Sabtu, 05 Januari 2013
PAK BEYE PRIHATIN, KONDISI KAMPUNG NELAYAN TIDAK BERSIH
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihatin atas kondisi kebersihan kampung nelayan dan meminta masyarakat bersama aparat terkait bisa bekerjasama untuk membenahi sampah yang dapat mengganggu kesehatan itu.
"Sampah banyak, meski dikumpulkan di tempat sampah kalau tidak diangkut percuma saja," kata Presiden saat berdialog dengan masyarakat di perkampungan nelayan Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Teluk Naga Kabupaten Tangerang, Jumat (4/1).
Saat melakukan kunjungan mendadak itu, Presiden menerima banyak keluhan dari masyarakat termasuk sampah, saluran air, kebutuhan nelayan dan sejumlah hal lainnya. "Sampah disini tidak ada yang mengangkut pak. Jadi bila hanya disediakan tempat sampah tapi tidak ada yang mengangkut percuma saja," kata salah seorang warga yang menyampaikan keluhannya kepada Presiden.
Presiden kemudian meminta agar Bupati Tangerang Ismet Iskandar bisa mengakomodasi permintaan itu dengan mengirimkan truk pengangkut sampah satu kali setiap hari.
"Menteri Pekerjaan Umum akan membantu satu truk sampah agar setiap hari diangkut, tolong kepala desa juga bisa bekerjasama," katanya. Warga juga mengeluhkan tentang pendangkalan sekitar dermaga sehingga menyulitkan saat kapal hendak merapat. "Di daerah Pargan, lautnya dangkal, insya allah akan dikeruk sehingga lebih bagus lagu.
Sementara untuk sampah yang berasal dari aliran sungai, saya minta bupati bisa menanganinya," tegas Presiden. Presiden juga menyoroti sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK).
Kepala Negara meminta pemerintah daerah dan kepala desa serta camat bisa membenahi karena mempengaruhi kualitas kesehatan masyarakat.
Sementara itu terkait permintaan nelayan untuk penambahan kuota solar bagi pengisian bahan bakar nelayan yang hampir satu bulan ini tidak beroperasi, Presiden yang di damping Mendikbud Mohammad Nuh, Menteri Perikanan dan Kelautan Syarif Cicip Sutardjo, Menteri PU Joko Kirmanto, Mensesneg Sudi Silalahi, Seskab Dipo Alam dan sejumlah pejabat lainnya mengatakan telah meminta kepada Direktur Pertamina Karen Agustiawan yang siang itu mendampingi Presiden dalam kunjungan mendadak tersebut untuk dapat memenuhi permintaan nelayan.
"Mengenai pompa bensin tadi, direktur utama Pertamina akan tambah supaya cukup untuk nelayan," tegas Presiden.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar