Sabtu, 05 Januari 2013
Pengusaha Kapal Diimbau Jangan Buang Oli ke Danau Toba
Aktifitas arus penumpang di Dermaga Ajibata dan Balige terus meningkat seiring dengan berakhirnya masa liburan. Dengan aktifitas yang begitu padat, pengusaha dan para pengguna jasa angkutan kapal diimbau untuk tidak mencemari perairan Danau Toba dengan cara membuang sampah sembarangan.
Hal sama juga dimintakan kepada pengusaha angkutan kapal agar tidak menumpahkan oli ke danau. Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Toba Samosir Espon Simanjuntak mengatakan, imbauan ini dimaksudkan agar kelestarian Danau Toba tetap terjaga.
Tak dipungkiri, kelestarian danau selalu menjadi masalah serius dan sekaligus perhatian pemerintah daerah. Espon menambahkan, meski telah telah berulangkali diimbau agar tidak membuang sampah ke perairan Danau Toba, masih ada saja oknum yang mengabaikannya.
Seperti diketahui, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Toba Samosir salah satu unsur satuan tugas yang terlibat dalam pelestarian kawasan ekosistem Danau Toba yang mengawasi pencemaran danau akibat aktifitas kapal penyeberangan.
“Kita tahu setiap hari ada aktifitas penyeberangan dari Tobasa ke Samosir, begitu sebaliknya. Bagi pemilik kapal, jika mengganti oli supaya tidak dibuang ke danau, sediakan tempatnya terlebih dahulu. Sama halnya soal sampah, jika satu orang saja setiap hari membuang sampah ke danau, akan membawa masalah besar dikemudian hari,” terang Espon, di Balige.
Espon menambahkan, jika kesadaran akan kelestarian danau sudah tertanam bagi orang dewasa, bagi anak-anak masih perlu diberi bimbingan. Untuk itu, katanya, anak anak juga perlu diawasi agar tidak membuang sampah di sembarang tempat.
Pengamatan METRO di dua pelabuhan besar di Tobasa, arus penumpang cukup lancar dan terkendali. Kemacetan yang terjadi di pelabuhan itu, masih bisa ditolerir karena memang jumlah kendaraan cukup membludak.
Kemacetan terjadi karena ketidaksabaran para pengemudi. Sementara untuk keselamatan penyeberangan, pihak perhubungan melakukan pengawasan yang cukup ketat terhadap jumlah penumpang agar tidak melebihi tonase kapal.
“Sejauh ini masih aman dan lancar tidak terjadi sesuatu misalnya kecelakaan di sekitar dermaga. Jauh hari sudah kita ingatkan juga bagi para pedagang agar tidak terlalu dekat dengan palabuhan,” kata Espon.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar