Jumat, 11 Januari 2013

Pemanasan global

Pemanasan global Masih beragam pendapat tentang penyebab
pemanasan global. Ada yang bilang karena itu siklus
alam yang berubah, ada yang bilang itu karena
terjadinya ledakan matahari yang makin giat. Dengan berpijak dari pendapat tersebut diatas,
terutama dari kaum skeptis di AS, mereka jadinya
santai saja. Alias, gak usah lah bersusah-susah
mengurangi emisi CO2, toh itu gejala alam. Kaum
skeptis tersebut selalu berupaya melawan pandangan
bahwa pemanasan global akibat ulah manusia. Misalnya, mereka mengadalan percobaan berupa
menyemprot tanaman dg lebih banyak CO2. Hasilnya,
tanaman subur. Lalu dengan bangga mereka
memproklamirkan, "tuh lihat, CO2 itu tidak merusak,
malah bermanfaat untuk tanaman. Betul, tanaman memanfaatkan CO2. Masalahnya; hutan
hujan di amerika selatan, di asia, di afrika pada di balak
untuk dijadikan tanaman monokultur seperti kedelai
untuk dijadikan makanan ternak atau untuk ladang
sawit. Lalu, mana pohon-pohon besar yang menyerap
CO2 tersebut? Bahwa ilmuwan di AS disponsori raksasa minyak untuk
menerbitkan karya ilmiah yang menentang bahwa
emisi CO2 antaranya akibat pembakaran minyak fosil,
bukanlah rahasia lagi. Hal ini mengingatkan bahwa dulu
raksasa industri rokok juga berkampanye bahwa
merokok tidak berbahaya bagi kesehatan. Bahwa sebagian dari para skeptis itu mereka mengolok-olok
pemerhati lingkingan dengan ejekan, "pemanasan
global?, kami disini kedinginan" (dengan adanya musim
dingin dan turunnya salju ekstrim di AS). Dari penelitian disebutkan bahwa setiap 10000 th suhu
di bumi berubah. Saat sekarang, mestinya suhu dibumi
dingin. Ilmuwan menghitung bahwa sejak mulai
revolusi industr dan terutama 30 th belakangan, suhu
dibumi meningkat. Ini antaraya akibat pembakaran
minyak dan batu bara untuk industri. Yah, masyarakt di AS tdk mau kesenangan mereka
terganggu. Mereka suka mengendarai mobil besar
boros bensin, rumah-rumah yang buruk isolasi hingga
di musim dingin butuh banyak enerji untuk pemanasan.
Tapi, dengan makin banyaknya bencana alam yang
melanda AS, mulai muncul pengakuan bahwa, toh efek pemanasan global itu menghajar negri sendiri. Bahwa pemanasan global mengakibatkan anomali
cuaca: atau banyak curah hujan, atau sedikit, atau turun
salju luar biasa, atau sangat sedikit salju dimusim
dingin. OK, kita bukan ilmuwan yang berkutat dengan alat dan
perhitungan matematis mengenai peningkatan suhu di
bumi. Tapi, secara gamblang kan bisa dijabarkan: Dulu
waktu kecil, masih tinggal dikampung, kalau pagi hari
sangat dingin. Mau mandi malas, mengigil. Mandi
dengan air panas. Setelah dewasa, dikampung itu pagi hari tak lagi dingin. Malah maunya mandi agar tubuh terasa segar. Karena,
dipagi hari tubuh sudah panas. Panasnya suhu akibat;
makin banyaknya jalan raya, makin banyak mobil,
makin banyak rumah, makin banyak gedung beton,
makin sedikit pohon, makin banyak industri dan makin
banyak jumlah manusia (manusia kan butuh enerji), makin banyak ternak (yg mengeluarkan emisi gas
metana) untuk dikonsumsi manusia. Jadi, gak perlu susah kan menyimpulkan bahwa
pemanasan global itu akibat ulah manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar